Jadwal dokter
Jadwal Dokter
Online Recruitment
Artikel
Agenda Acara

Saat ini tidak ada agenda

CONTACT US FACEBOOK

Percepatan Renstra Solusi Menghadapi Era Disrupsi

Revolusi industri 4.0, Unicorn, Fintech, Artificial Intelligent, kata-kata tersebut tentu kerap kita dengar dan nampaknya sedang menjadi tema yang “HOT”. Banyak forum diskusi, tak luput pula Debat Pemilihan Presiden yang lalu mengangkat tema ini.

Hal ini menunjukkan kehadiran revolusi industri 4.0 ini telah mempengaruhi segala bidang hidup manusia di seluruh dunia tak terkecuali dunia kesehatan.

Perkembangan revolusi industri 4.0 yang luar biasa ini telah menciptakan disruptive teknologi dan disruptive ekonomi. Kata disruptive ini memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah menimbulkan perubahan besar dalam kemapanan usaha-usaha besar yang ada, tak terelakkan juga industri perumahsakitan di Indonesia.

Selain mengalami dampak disruptive dari revolusi industri 4.0, dunia perumahsakitan juga mengalami disruptive system pelayanan dengan diberlakukannya Universal Health Coverage Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimulai sejak tahun 2014. JKN telah mendisrupsi sistem pembayaran dan rujukan di dunia kesehatan secara besar-besaran. Pada tahun 2014, banyak rumah sakit privat besar enggan bekerja sama dengan JKN, namun dengan mendekatinya target Universal Coverage di tahun 2019 ini, banyak rumah sakit yang merubah pandangannya.

Badai disrupsi yang terjadi dalam industri rumah sakit, menjadikan ukuran besar sebuah rumah sakit tidak lagi menjadi jaminan untuk bertahan. Namun lebih kepada bagaimana kelincahan rumah sakit dalam mengakomodasi atau mengantisipasi perubahan yang terjadi sebagai pemenangnya. Rumah sakit harus cerdas dalam merumuskan kembali strategi untuk mampu menghadapi situasi disrupsi sehingga tetap menjadi rumah sakit pilihan bagi masyarakat yang mengedepankan layanan bermutu dan aman.

Manajemen KSH telah menyusun rencana strategis dengan metode Balanced Scorecard (BSC), sejak awal didirikan sebagai kunci sukses menghadapi disrupsi. Dengan metode BSC, rencana strategi dapat dievaluasi dengan cepat sesuai scorecard yang telah ditentukan, selayaknya kita melihat dashboard kendaraan kita yang menampilkan berbagai indikator. Rencana strategis KSH disusun untuk periode 5 tahun dan dievaluasi bersama seluruh stakeholders setiap tahunnya melalui kegiatan lokakarya manajemen. Dari tahun ke tahun sejalan makin mature-nya organisasi KSH, Strategic Map, Strategic Objective dan Key Performance Indicator dari rencana strategis disusun semakin baik dan tajam.

Padat tahun 2016, KSH telah menetapkan Rencana Strategis yang berlaku hingga 2020, dalam evaluasi 3 tahun perjalanannya terjadi berbagai perubahan yang signifikan pada lingkungan eksternal maupun internal rumah sakit. Tidak dapat dipungkiri Program JKN menjadi faktor yang berpengaruh besar dalam perencanaan rencana strategis KSH. Dalam lika - liku perjalanannya selama 5 tahun, program JKN berkembang makin baik dari tahun ke tahun.namun ada beberapa hal yang menjadi sorotan seperti defisitnya anggaran BPJS Kesehatan sehingga tertundanya pembayaran klaim, sulitnya pemesanan obat-obatan karena keterbatasan stock obat melalui e-purchasing dan cepatnya perubahan kebijakan menjadi isu yang sangat penting.

Selain hal di atas, badai disrupsi juga terjadi akibat dinamika perubahan peraturan perundang-undangan seperti diundangkannya Peraturan Presiden No. 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional, Permenkes No. 51 tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih BIaya dalam JKN, rencana revisi Permenkes No. 56 tahun 2014 tentang klasifikasi RS serta kebijakan lokal antara BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati tentang Mapping rujukan FKRTL.

Tahun 2019 merupakan tahun yang sangat spesial, 267 juta jiwa penduduk Indonesia akan memiliki JKN KIS. Sesuai road map program JKN, tahun 2019 adalah tahun Universal Health Coverage dan tentu hal ini akan membawa dampak yang besar. Sebagai rumah sakit yang berkomitmen melayani masyarakat dan 1000% mendukung terlaksananya program JKN-KIS, KSH memandang dinamika yang terjadi dalam 3 tahun terakhir ini sebagai hal yang sangat positif. Tidak dapat dipungkiri KSH berkembang pesat dan menjadi salah satu rumah sakit pusat rujukan di era JKN KIS ini. Fasilitas dan SDM yang bertumbuh dan berkembang mengikuti kebutuhan akan layanan kesehatan yang makin menuntut kualitas dan kemudahan. Melalui rencana strategi yang baik, berbagai peluang harus dapat ditangkap dengan maksimal, hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan yang ada dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimiliki begitu pula dengana ancaman yang terjadi dapat diminimalkan bahkan diupayakan agar berbalik menjadi peluang.

Hingga akhir tahun 2018 berdasarkan hasil evaluasi dari KPI Strategi Objektif yang telah disusun. Didapatkan hasil KSH telah mampu mencapai target yang ditentukan untuk periode 5 tahun.

Strategi objektif dari 4 perspektif telah mampu dieksekusi dan memenuhi target KPI Corporate, hal ini menjadi dasar untuk dilakukannya penyusunan rencana strategi baru. Pada tanggal 26 dan 27 Januari 2019, dalam acara Lokakarya Manajemen yang dibuka oleh Bapak Bupati Pati yang diwakilkan kepada Sekretaris Daerah Bapak Ir. Suharyono, MM, diputuskan bahwa Rencana Strategis RS Keluarga Sehat tahun 2016 – 2020 dinyatakan telah tercapai dan diputuskan untuk dilakukan percepatan penyusunan rencana strategis baru untuk tahun 2019 – 2023. Dalam acara manajemen tersebut misi dan visi KSH direview kembali dan disepakati perlu diubah dan disusun visi dan misi baru yang lebih revolusioner dan menantang. Dalam analisa TOWS diperoleh bahwa KSH berada dalam kuadran I dan tentunya arah isu strategis KSH dalam rencana strategis baru ini disesuaikan dengan posisi tersebut.

KSH akan selalu ada untuk Anda (masyarakat) melayani sepenuh hati dengan keunggulan teknologi yang ada dari hulu sampai hilir.

KSH Luar Biasa.

New Picture

dr. Kelvin Kurniawan, M.Kes

(Direktur RS Keluarga Sehat)

_PRINT