Jadwal dokter
Jadwal Dokter
Online Recruitment
Artikel
Agenda Acara

Saat ini tidak ada agenda

CONTACT US FACEBOOK

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut pada Anak

Oleh:  Drg. Anna Sari S, Sp.Perio



Banyak orang tua yang mengabaikan perawatan gigi anak karena menganggap gigi susu pada anak nantinya akan tanggal juga. Padahal dengan merawat gigi sedini mungkin anak akan terbebasanna dari gangguan gigi yang membuat tak nyaman bahkan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Menjaga dan merawat gigi anak sedini mungkin dapat mengajarkan kepada anak untuk menumbuhkan kebiasaan dalam merawat dan menjaga kesehatan gigi hingga si anak menjadi dewasa.

ERUPSI GIGI SUSU
Erupsi gigi merupakan suatu proses yang berkesinambungan dimulai dari awal pembentukan melalui beberapa tahap sampai gigi muncul ke rongga mulut. Semua gigi susu akan lengkap erupsi saat anak berumur lebih kurang 2,5 tahun. Pada periode ini lengkung gigi pada umumnya berbentuk oval dengan gigitan dalam (deep bite) pada overbite dan overjet dan dijumpai adanya generalized interdental spacing (celah-celah diantara gigi-geligi). Hal ini terjadi karena adanya pertumbuhan tulang rahang ke arah transversal untuk mempersiapkan tempat gigi - gigi permanen yang akan tumbuh.

Periode gigi pada anak - anak:
1.    Gigi susu/decidui: 6 bulan s.d 6 tahun
2.    Gigi bercampur: 6 tahun s.d 13 tahun (gigi susu dan permanen)
3.    Gigi permanen: 13 tahun ke atas

MEMBERSIHKAN GIGI PADA ANAK
Membersihkan gigi pada anak dapat dilakukan sedini dan sesering mungkin. Hal ini bertujuan untuk membersihkan plak yang terbentuk pada gigi anak. Plak adalah lapisan tipis pada permukaan gigi yang terbentuk usai mengkonsumsi makanan atau minuman (susu). Plak menjadi penyebab utama kerusakan pada gigi dan gusi. Prinsip utama perawatan gigi adalah dengan membuang plak dari permukaan gigi.

Tehnik umum membuang plak atau membersihkan gigi adalah dengan menyikat gigi. Pada bayi dan anak-anak dimana si anak belum bisa menyikat giginya sendiri, dapat menggunakan finger brush atau dengan cara mengelap permukaan gigi dan gusi dengan kain atau kapas basah. Selain itu anak dibiasakan membilas giginya dengan minum air putih setelah makan atau minum susu.

Pada anak yang sudah bisa menyikat gigi sendiri gunakan sikat gigi yang sesuai dengan ukuran rongga gigi anak. Jangan lupa memilih bulu sikat yang lembut agar tidak melukai gusi anak. Untuk menarik minat anak agar rajin menyikat giginya pilihlah sikat gigi dan pasta gigi yang lucu dan disukai anak. Misalnya gagang sikat gigi yang berbentuk binatang dan pasta gigi dengan rasa beraneka macam buah. Gunakan pasta gigi sedikit saja dan air untuk berkumur menggunakan air matang supaya tidak berbahaya jika air tersebut tertelan oleh anak. Biasakan anak menyikat gigi tiga kali sehari, pagi, sore dan malam sebelum tidur. Peran serta orang tua sangat diperlukan sehingga kebiasaan baik ini dapat melekat pada anak hingga dewasa. tertelan oleh anak. Biasakan anak menyikat gigi tiga kali sehari, pagi, sore dan malam sebelum tidur. Peran serta orang tua sangat diperlukan sehingga kebiasaan baik ini dapat melekat pada anak hingga dewasa.

MASALAH GIGI ANAK
Beberapa masalah gigi anak sering terjadi terlebih bila anak belum bisa membersihkan atau menyikat giginya dengan baik. Karies atau gigi berlubang adalah masalah yang paling sering dikeluhkan anak. Penyebabnya plak yang tidak dibersihkan sehingga muncul bakteri. Bakteri memproduksi asam yang akan melarutkan email dan kandungan mineral lainnya. Bila gigi sudah berlubang/karies, segeralah ke dokter gigi supaya karies tidak bertambah luas dan dilakukan penutupan karies dengan tumpatan.


Keluhan lain yang sering muncul pada anak adalah radang gusi yang menyebabkan pembengkakan. Gigi terasa sakit, goyang, dan mau copot padahal belum waktunya tanggal. Kalau kerusakan giginya sudah parah, untuk meminimalkan penyebaran infeksi maka dengan terpaksa gigi tersebut harus dicabut walaupun belum waktunya tanggal.
Masalah atau gangguan pada gigi anak dapat diminimalkan apabila kebiasaan merawat gigi sudah diajarkan oleh orang tua,baik perawatan yang dilakukan sendiri di rumah maupun perawatan rutin di dokter gigi.

TIPS AGAR ANAK TIDAK TAKUT KE DOKTER GIGI
Sebagian anak merasa takut saat diajak ke dokter gigi karena takut melihat peralatan dan tindakan dokter gigi. Bagaimana caranya agar anak tidak takut ke dokter gigi ? berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

  • Sejak dini, kenalkan anak pada dokter gigi. Misalnya, saat orang tua membersihkan plak dan karang gigi, ajak anak untuk melihat tindakan yang dilakukan dokter gigi terhadap orang tua. Jelaskan kepada anak tentang perlunya perawatan gigi secara rutin dan yakinkan anak bahwa yang dilakukan oleh dokter gigi bukan untuk menyakiti melainkan untuk menjaga kesehatan rongga mulut.
  • Peralatan untuk perawatan gigi pada anak menggunakan peralatan khusus untuk anak sehingga tidak berkesan mengerikan
  • Komunikasi verbal dan non verbal yang baik
  • Ketika berkomunikasi dengan anak,hendaknya dokter gigi menggunakan kata yang dapat dimengerti oleh anak dan tidak membuat anak takut, misalnya kata “mengebur” diganti dengan kata “membersihkan kuman”.
  • Memberikan pujian dan hadiah kepada anak


Hal ini dilakukan agar anak termotivasi selalu datang ke dokter gigi, misalnya dengan mengatakan “kamu anak hebat”. Atau memberikan hadiah misalnya sikat gigi jika anak mau diperiksa oleh dokter gigi.

Ayo kita mulai menjaga kesehatan gigi anak sedini mungkin dan jangan lupa juga untuk memeriksa kesehatan gigi anak secara rutin ke dokter gigi. Klinik gigi RS Keluarga Sehat siap melayani kebutuhan anda untuk senyum sehat anak Indonesia. (ERK)

_PRINT